SKRIPSI TOHIR

Lampiran VII

BIOGRAFI PENELITI

 

Nama               : Ahmad Tohir

NIM                : 2005100010095

TTL                 : Lumajang, 12 April 1986

Alamat             : Wonorejo Lumajang

Telp. HP. 085 258 686 882

Riwayat Pendidikan :

1. Sekolah Dasar Negeri 03 Wonorejo Tahun 1999

2. MadrasahTsanawiyah Syarifuddin Tahun 2002

3. Madrasah Aliyah Syarifuddin Tahun 2005

4. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syarifuddin (STITS) Tahun 2009.

Pengalaman Organisasi :

1. IPNU Tahun 2002-2003

2. Tarbiyah IKSAS Tahun 2006-2007

3. Pengurus Kusinreo Karatedo Indonesia (KKI) Tahun 2006

4. Bendahara Komesariat PMII Lumajang Tahun 2007-2008

5. Reporter Buletin  Asy-Syarif Tahun 2007

6. Presiden Mahasiswa (PRESMA) BEM STITS Tahun 2008-2009.

Lampiran II

JADWAL KEGIATAN PENELITIAN

DI SMP NEGERI 1 SUKODONO LUMAJANG

                                      TAHUN PELAJARAN 2008/2009      

NO TANGGAL JENIS KEGIATAN
01 21 Juli 2009 Silaturrahim dan menyerahkan surat izin ke kepala sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang
02 24 Juli 2009 Mendapat izin penelitian dari kepala SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang
03 20 Juli 2009 Melakukan Observasi awal di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang
04 27 Juli 2009 Melakukan Observasi di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang
05 04 Agustus 2009 Mengambil  data-data SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang
06 12 Agustus 2009 Mengambil  data-data yang kurang SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang
07 23 Agustus 2009 Interview dengan kepala dan wakil kepala sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang
08 29 September 2009 Wawancara dengan Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum dan Siswa SMP
09 03 Oktober 2009 Wawancara dengan Kepala Sekolah, dan Siswa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang
10 21 Oktober 2009 Pengambilan surat keterangan selesai penelitian

 PEDOMAN PENGUMPULAN DATA

Lampiran III

DI SMP NEGERI 1 SUKODONO LUMAJANG

                                      TAHUN PELAJARAN 2008/2009

                                                                 

  1. A.    Pedoman Observasi
    1. Untuk mengamati letak geografis SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang
    2. Untuk mengetahui implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.
  1. B.    Pedoman Wawancara

1. Sejarah berdirinya SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

2. Proses penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

3. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

4. Pendukung dan penghambat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

  1. C.    Pedoman Dokumen

1. Struktur organisasi SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

2. Data guru, karyawan dan siswa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

3. Data siswa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

4. Data letak geografis SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

 

 

 

IMPLEMENTASI

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

DI SMP NEGERI 1 SUKODONO LUMAJANG

TAHUN AJARAN 2008/2009

 

 

 

 

 

SKRIPSI

 

 

Oleh:

AHMAD TOHIR

NIM. 2005100010095

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH SYARIFUDDIN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

TAHUN 2009


IMPLEMENTASI

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

DI SMP NEGERI 1 SUKODONO LUMAJANG

TAHUN AJARAN 2008/2009

 

 

 

SKRIPSI

 

 

 

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd.I) pada

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syarifuddin Program Studi

Pendidikan Agama Islam

Oleh:

AHMAD TOHIR

NIM. 2005100010095

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH SYARIFUDDIN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

TAHUN 2009

 

IMPLEMENTASI

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

DI SMP NEGERI 1 SUKODONO LUMAJANG

TAHUN AJARAN 2008/2009

 

 

 

SKRIPSI

 

 

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd.I) pada

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syarifuddin Program Studi

Pendidikan Agama Islam

Oleh:

AHMAD TOHIR

NIM. 2005100010095

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH SYARIFUDDIN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

TAHUN 2009

 

 

IMPLEMENTASI

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

DI SMP NEGERI 1 SUKODONO LUMAJANG

TAHUN AJARAN 2008/2009

 

 

 

SKRIPSI

 

 

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd.I) pada

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syarifuddin Program Studi

Pendidikan Agama Islam

Oleh:

AHMAD TOHIR

NIM. 2005100010095

Disetujui Pembimbing

Syamsul Hadi HM, MA.                            Moh Sutomo, M.Pd.

NIY. 041011                                             NIY. 061030

IMPLEMENTASI

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

DI SMP NEGERI 1 SUKODONO LUMAJANG

TAHUN AJARAN 2008/2009

 

 

 

SKRIPSI

 

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd.I) pada

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syarifuddin Program Studi

Pendidikan Agama Islam

Hari                      : Ahad

Tanggal                : 01 Oktober 2009

Tim Penguji

Ketua                                                     Seretaris

Drs. Satuyar Mufid, MA.                              Umanaur Rusul, S.Ag.

NIY. 041003                                             NIY. 041018

Anggota

  1. Dr. Ahidul Asror, M.Ag.                 (                                   )
  2. Moh. Sutomo, M.Pd.                      (                                   )

Mengetahui

Ketua STIT Syarifuddin Lumajang

K.H. M Adnan Syarif,  Lc, MA.

NIY. 041001

MOTTO

 

žcÎ)  ©!$# Ÿw çŽÉitóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRrÎ/ 

 

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaannya pada diri mereka sendiri”

(QS. Ar-Ra’d, Ayat 11)

Kupersembahkan kepada Ayah dan Ibunda beserta keluarga tercinta,

Kekasihku “Khodijah” tercinta dan tersayang dalam hidup matiku,

Sahabat senasib seperjuangan dalam menegakkan bangsa, Negara dan agama, beserta Saudaraku  sebangsa, setanah air dan seagama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Tohir, Ahmad, 2009, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syarifuddin Wonorejo Lumajang. Pembimbing: (I) Syamsul Hadi HM, MA. (II) Moh. Sutomo, M.Pd.

Kata Kunci: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

Pendidikan sebagai sebuah sistem, sistem pendidikan adalah kelestarian satu komponen dengan komponen yang lain, salah satu komponen terpenting lainnya adalah kurikulum, kurikulum merupakan arah kemana sekolah khususnya dalam proses pembelajaran. Kebijakan pemerintah terhadap arah pendidika terus berjalan dinamis, termasuk kurikulum. Kurikulum yang diterapkan pemerintah saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang merupakan lembaga yang mengawali penyusunan dan penerapan KTSP dan sekarang menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Penelitian ini difokuskan pada Implementasi KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang. Sub tersebut dijabarkan pada sub fokus, sebagaimana berikut: 1) Bagaimana proses penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang?; 2) Bagaimana Implementasi KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang?; 3) apa saja faktor pendukung  dan penghambat KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono?. Sedangkan tujuan penelitian sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui proses penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono; 2) untuk mengetahui Implementasi  KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono; 3) untuk mengetahui hal-hal yang mendukung  dan menghambat KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, peneliti sebagai key instrument dalam penelitian ini, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan 3 (tiga) teknik yakni: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Permasalahan tersebut peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif.

Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan sebagai berikut: pertama, proses penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono, berawal dari peraturan pemerintah, yang kemudian diidentifikasikan dengan SI dan SKL, analisis kondisi satuan pendidikan, analisis peluang dan tantangan yang ada di sekitar lembaga. Tim penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono terdiri dari kepala sekolah, wakasek kurikulum, wakasek kesiswaan, dan komite sekolah. Kedua, Implementasi KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono yang diarahkan pada krangka dasar, muatan lokal, kegiatan pengembangan, metode pembelajaran, penilaian, kenaikan, dan kelulusan. Ketiga, Faktor pendukung dalam Implementasi KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono adalah tersedianya fasilitator yang profesional, tersedianya sarana prasarana yang lengkap dan lingkugan yang nyaman, dan faktor penghambatnya adalah belum adanya evaluasi yang baik dari pemerintah daerah.

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah Swt. yang telah menganugerahi Rahmat serta Hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan karya tulis ini, meskipun jauh dari kesempurnaan.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam kejahiliyaan menuju zaman terang benderang yang disinari oleh Iman dan Islam.

Dalam kesempatan ini, peneliti ingin menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini, khususnya kepada :

  1. KH. Sulahak Syarif selaku Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin
  2. KH. M. Adnan Syarif, Lc., M.A. selaku ketua STIT Syarifuddin Wonorejo Lumajang.
  3. Bapak Syamsul Hadi HM. MA. Dan Bapak Moh. Sutomo M. Pd. Selaku pembimbing skripsi.
  4. Bapak Winadi, S.Pd., M.Pd.  sebagai kepala sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang yang telah sudi membimbing dan memberi fasilitas dan tempat kami untuk penelitian skripsi.
  5. Segenap Dosen STIT Syarifuddin dan guru SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang  dan sahabat-sahabat yang telah turut berpartisipasi demi sukses dan terselesainya skripsi ini.

Semoga apa yang telah dilakukan dicatat disisi Allah sebagai amal ibadah dan mendapat balasan yang sebesar-besarnya.

Kami sadar bahwa dalam penelitian ini, banyak kesalahan-kesalahan yang ada. Sehingga peneliti mengharap kritik dan saran demi perbaikan penyusunan skripsi kami..

                                                                                              Lumajang, 01 Oktober 2009

                                                                                                               Peneliti

DAFTAR ISI

 

Halaman

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………………………… i

PERSETUJUAN BIMBINGAN SKRIPSI …………………………………………………… ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI ………………………………………………….. iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ……………………………………………………………… iv

ABSTRAK ……………………………………………………………………………………………… v

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………… vi

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………… vii

DAFTAR TABEL ……………………………………………………………………………………. vii

BAB I PENDAHULUAN  

A.  Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………… 1

  1. Fokus Penelitian ………………………………………………………………………… 4

C.  Tujuan Penelitian ……………………………………………………………………….. 4

D.  Manfaat Penelitian ……………………………………………………………………… 5

  1. Definisi Konsep …………………………………………………………………………. 6
  2. Sistematika Pembahasan ……………………………………………………………… 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Terdahulu ……………………………………………………………………….. 9

B. Kajian Teori ……………………………………………………………………………… 12

  1. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ……………… 12
  2. Konsep Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ………… 12

3. Dasar Kebijakan dan Karakteristik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)            19

4. Tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) …………………… 22

5. Landasan Pengembangan dan penyempurnaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)       23

6. Karakteristik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) …………… 26

7. Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ……………… 27

BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ……………………………………………………. 30

B. Lokasi Penelitian ………………………………………………………………………… 31

C. Sumber Data …………………………………………………………………………….. 31

D. Teknik Pengumpulan Data …………………………………………………………… 32

E. Analisis Data ……………………………………………………………………………… 33

F. Keabsahan Data ………………………………………………………………………… 34

G. Tahap-tahap Penelitian ……………………………………………………………….. 35

BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

A. Obyek Penelitian ……………………………………………………………………….. 36

  1. Sejarah Singkat SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang. ……………………. 36
  2. Visi, Misi dan Tujuan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang ……………… 38

B. Penyajian Data dan Analisis Data ………………………………………………….. 47

1. Proses Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ………………. 47

2. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ………………………. 50

3. Pendukung dan Penghambat Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan   72

C. Pembahasan Temuan ………………………………………………………………….. 76

1. Proses Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ………………. 76

2. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ………………………. 78

3. Pendukung dan Penghambat Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan   85

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ………………………………………………………………………………. 88

B. Saran-saran ………………………………………………………………………………. 90

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………. 91

LAMPIRAN-LAMPIRAN ………………………………………………………………………… 93

DAFTAR TABEL

 

Tabel                                                                                                              Halaman

4.1.   Urutan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang…………………….. 37

4.2.   Jumlah Guru SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang……………………………………. 42

4.3.   Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang……………………………….. 42

4.4.  Guru SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang………………………………………………. 43

4.5.   Tenaga Kependidikan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang……………………….. 43

4.6.   Perkembangan Sekolah 3 Tahun Terakhir SMP Negeri 1 Sukodono

Lumajang………………………………………………………………………………………… 44

4.7.   Data Rombel SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang…………………………………… 44

4.8.   Data Siswa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang……………………………………… 44

4.9.   Ruang SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang……………………………………………. 45 

4.10. Instruktur SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang……………………………………….. 46

4.11. Perabot SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang………………………………………….. 47

4.12. Cakupan Mata Pelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang…………………… 51

4.13. Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang…………………………… 54

4.14. Metode Pelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang…………………………….. 59

4.15. Penilaian Pelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang……………………………. 62 

4.16. Karakteristik Ketuntasan Belajar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang………… 63

4.17. Tim Pengembangan Silabus SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang………………… 69

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran                                                                                                        halaman

1. Surat Permohonan Penelitian di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang……………….. 93

2. Jadwal Kegiatan Penelitian di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang …………………. 94

3. Pedoman Pengumpulan Data di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang……………….. 95

4. Surat Telah Selesai Penelitian di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang………………. 96

5. Surat Keterangan Telah Refisi…………………………………………………………………… 97

6. Pernyataan Keaslian……………………………………………………………………………….. 98

7. Biografi Peneliti di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang…………………………………. 97 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Negara Indonesia merupakan salah satu negera berkembang yang perlu adanya proses untuk menjadi negara maju, salah satu proses penting lainnya adalah sistem pendidikan, karena kurikulum merupakan suatu alat pendidik dalam rangka mengembangkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami proses pendidikan dan pembelajaran untuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan

sumber daya manusia umumnya. (Oemas Hamalek, 2006: 24).

Oleh sebab itu, perlu adanya perubahan dalam kurikulum. Sejak Indonesia memiliki kebebasan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak bangsanya, sejak saat itu pula pemerintah menyusun kurikulum. Dalam hal ini kurikulum dibuat oleh pemerintah pusat secara sentralistik, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau lebih dikenal dengan KTSP yang diberlakukan bagi seluruh anak bangsa di seluruh tanah air Indonesia.

1

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun dalam rangka memenuhi amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.(Mansur Musleh, 2008:1). Dalam hal ini Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdiri dari empat komponen, yaitu: 1) tujuan Pendidikan Sekolah; 2) struktur dan muatan kurikulum yang mencakup mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, beban belajar, ketuntasan belajar, kenaikan dan kelulusan, penjuruan, pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global; 3) kalender Pendidikan; 4) silabus dan RPP. (Susanto, 2007:31).

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan revisi dan pengembangan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum 2004. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lahir karena Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) masih sarat dengan beban belajar dari pemerintah pusat dalam hal ini Depdiknas masih dipandang terlalu intervensi dalam pengembangan kurikulum. Oleh karena itu, beban siswa mulai berkurang dan tingkat satuan pendidikan (sekolah, guru, dan komite sekolah) diberikan kewenangan untuk mengembangkan kurikulum, seperti membuat indikator, silabus, dan beberapa komponen kurikulum lainnya. Kebijakan yang terus berubah-ubah mulai dari kurikulum 1968, 1975, 1984, 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), sampai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan perencanaan yang matang yang konon disiapkan untuk para lulusan terampil dan cerdas.

Akan tetapi pada kenyataannya masih saja dijumpai kelemahan dan kekuranganya dalam penyelenggarakan pendidikan, baik ditingkat dasar, menengah, maupun dijenjang pendidikan tinggi. Salah satu kekurangan dan kelemahan yang mendasar tampak pada implementasi kurikulum, yang notabenenya fungsi dan peran ini berada di pundak para guru (praktisi pendidikan). Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan kurikulum dianggap belum mengembirakan dan masih perlu ditingkatkan, agar mereka dapat mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai implementator kurikulum yang baik.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, yang sebagian praktisi pendidikan menyebutkan bahwa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah lembaga yang pertama kali menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan sekarang ditunjuk serta di percaya sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Maka peneliti menemukan bahwa respon para guru terhadap penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang dikatagorikan baik karena dalam penerapannya dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), namun dalam pelaksanaannya apakah setiap satuan pendidikan, serta guru dan kepala sekolah sudah menjadikan kurikulum sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya? Sampai sejauh mana pemahaman mereka terhadap kurikulum yang dikembangkan oleh pusat? Bagaimana mereka mengembangkan kemampuan kreativitasnya untuk menjabarkan kurikulum dan melaksanakannya dalam pembelajaran?.       

Merujuk pada latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik dan penelitian ini difokuskan pada “Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)” yang mengambil obyek peneliti di SMP Negeri 1 Sukudono Lumajang.

B. Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan ini difokuskan pada Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang. Fokus penelitian ini dijabarkan dalam sub fokus masalah   sebagai berikut:

1. Bagaimana proses penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang?

2. Bagaimana Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang?

3. Apa saja faktor pendukung dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dua permasalahan pokok yang dipaparkan pada fokus penelitian di atas. Tujuan penelitian ini adalah:

1 Untuk mendeskripsikan proses penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

2. Untuk mendeskripsikan Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

3. Untuk mendeskripsikan hal-hal yang mendukung dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah:

1. Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pengembang ilmu pengetahuan dan akademis dalam menambah wawasan dan memperkaya pengetahuan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

2. Secara Praktis

Secara praktis penelitian ini dapat bermanfaat, meliputi:

a)   Manfaat Praktis bagi SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan program pendidikan dalam bidang kurikulum serta dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.

b)   Manfaat Praktis bagi Guru

Diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan acuan untuk mempersiapkan diri dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran siswa, sekaligus sebagai bahan evaluasi dan masukan dalam pengembangan di masa yang akan datang.

c)   Manfaat Praktis bagi Peneliti

Sebagai acuan dalam menjalankan tugas kependidikan khususnya di bidang kurikulum bila telah terjun dalam lembaga pendidikan sebagai tenaga pendidik di masa yang akan datang, serta upaya untuk mencari jawaban yang selama ini menjadi perhatian peneliti dalam mengimplementasikan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan pengembangan mutu sumberdaya guru.

E. Definisi Konsep

1. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah Suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan maupun nilai dan sikap. Dengan demikian penerapan atau pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah tindakan nyata atau usaha yang di tempuh oleh lembaga dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses penyusunan dan penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan, oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional. (Mulyasa, 2007: 12). dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) menekankan kepada ketercapaian kompetensi siswa; b) kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman; c) penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. (Kunandar, 2007: 138).

3. SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah lembaga yang berdiri pada tahun 1977 yang berlokasi di JL. Gatot Subroto No. 2 / Karangsari Sukodono Lumajang No. 03410/1997 Tanggal 07/03/1997, NSS 201052114001200001, dan termasuk lembaga terunggul di Lumajang yang sekarang ditunjuk serta di percaya sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI).


F. Sistematika Pembahasan

Untuk mempermudah pembahasan dan pemahaman isi proposal skripsi ini, maka penulis menulis skripsi ini secara sistematis. Skripsi ini terdiri dari lima Bab, yaitu: a) BAB 1. PENDAHULUAN, yang menjabarkan tentang latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi kosep, dan sistematika pembahasan; b) BAB II. KAJIAN PUSTAKA; yang menyajikan tentang kajian teori dan kajian terdahulu; c) BAB III. METODE PENELITAN, yang membahas tentang pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data , tahap-tahap penelitian; d) BAB IV. PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA, yang berisikan tentang gambar obyek penelitian, penyajian dan analasis data, pembahasan temuan; e) BAB V. PENUTUP, yang merupakan bab terakhir dan kesimpulan dari hasil penelitian dengan melihat permasalahan serta saran.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Terdahulu

Berdasarkan studi keputusan yang telah dilakukan peneliti berkaitan dengan penelitian skripsi ini, maka dapat peneliti cantumkan beberapa karya penelitian yang telah dilakukan oleh para akadimisi di antaranya:

9

1. Indhyati dalam skripsinya “Profesionalisme Guru dalam Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMU”. Dalam penelitiannya dijelaskan bahwa dalam melaksanakan kurikulum pendidikan agama Islam di SMU, guru agama dituntut untuk lebih profesional mengingat tanggung jawab yang diemban oleh seorang guru agama sangat besar, karena dengan alokasi waktu yang sedikit sedangkan materinya cukup padat jika tidak diimbangi dengan profesionalisme guru, maka lembaga pendidikan tersebut  tidak akan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki keahlian guru, memenuhi berbagai kualifikasi, mempunyai kepribadian yang menarik juga kemampuan mengajar yang baik serta penguasaan spesialisasi dalam disiplin/bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya. Pelaksanaan kurikulum khususnya kurikulum pendidikan agama Islam, harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan serta daya tangkap siswa, agar materi yang ada dalam kurikulum dapat di sampaikan secara efektif dan efisien maka tugas guru harus mengadakan penyusunan strategi dalam mengimplementasikan kurikulum.

 (http://www.zanikan.multiply.com/journal/item/4076, Juni,2009).

Kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa, lebih mengarah kepada  kurikulum pendidikan Agama Islam, sedangkan penelitian yang peneliti lakukan mengarah kepada implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), seperti: penyusunan kurikulum dan penerapan kurikulum.

2. Nanang Nurvianto dalam skripsinya “Penerapan Kurikulm Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Wlingin”. Dalam penelitiannya dijelaskan bahwa penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam pembelajaran seni budaya terdiri dari penerapan  dalam materi, metode, media, dan sistem penilaian atau evaluasi. (http://www.nanang nurvianto.com/journal/ item/4076, juni,2009).

Dari hasil kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa, peneliti lebih mengarah kepada Penerapan Kurikulm Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Wlingin, sedangkan penelitian yang peneliti lakukan mengarah kepada implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

3. Zanikan dalam skripsinya “Strategi Guru PAI dalam mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMA Negeri 1 Unggulan Kayuangung. Dalam skripsinya dijelaskan bahwa strategi pembelajaran harus aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan  yang dapat menggairahkan motifasi belajar peserta didik, oleh sebab itu guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) harus memiliki persyaratan, yang meliputi: 1) memiliki bakat sebagai guru; 2) memiliki keahlian sebagai guru; 3) memiliki keahlian yang baik dan terintegrasi; 4) memiliki mental yang sehat; 5) berbadan sehat; 6) memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas; 7) guru adalah manusia berjiwa pancasila; 8) guru adalah seorang warga negara yang baik. Guru harus menguasai berbagai macam strategi dan pendekatan serta model pembelajaran sehingga proses belajar mengajar berlangsung dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan.

(http://www.zanikan.multiply.com/journal/item/4076, Juni,2009,3).

Berdasarkan hasil kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa, peneliti lebih mengarah kepada strategi guru PAI dalam mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMA Negeri 1 Unggulan Kayuangung, sedangkan penelitian yang peneliti lakukan mengarah kepada implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

Berdasarkan beberapa kajian pustaka yang telah dipaparkan, penulis belum menemukan penelitian secara khusus membahas tentang Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.


B. Kajian Teori

1. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan, dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (Mansur Muslih, 2008: 10). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikembangkan  berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1 dan 2 sebagaimana berikut: a) Pengembangan kurikulum mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional; b) kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. (Mulyasa, 2007: 20).

2. Konsep Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradikma baru pengembangan kurikulum, yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah. Kewenangan (otonomi) diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah memiliki keleluasaan dalam mengelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar, dan mengalokasikannya sesuai prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah dan dewan pendidikan. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat, komisi pendidikan pada daerah perwakilan rakyat, pejabat pendidikan daerah, kepala sekolah, tenaga pendidikan, perwakilan orang tua peserta didik, dan tokoh masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikan yang berlaku. Selanjutnya komite sekolah perlu merumuskan dan menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program-program kegiatan operasional untuk mencapai tujuan sekolah. (Mulyasa, 2007: 22). Menurut Nasution (1999), kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan itu meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan dalam hal ini merujuk pada undang-undang satuan pendidikan adalah sekolah (Sutrisno, 2008). Dalam mengembangkan KTSP dilakukan oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan/kantor Depag Kab/Kota untuk Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.

Penekanan KTSP adalah pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) dan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh siswa yang berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Perangkat standar program pendidikan ini hendaknya dapat mengantarkan siswa untuk memiliki kompetensi pengetahuan, dan nilai-nilai yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan.

Sejatinya, KTSP merupakan kurikulum yang merefleksi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang merujuk kepada konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Bloom, yang pada gilirannya dapat meningkatkan potensi peserta didik secara optimal. Oleh karenanya, kurikulum yang disusun dapat menumbuhkan proses pembelajaran di sekolah berorientasi pada penguasaan kompetensi-kompetensi yang telah ditentukan secara integratif. Prisip pengembangannya adalah mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan (berisi prinsip-prinsip pokok, bersifat fleksibel sesuai dengan perkembangan zaman) dan pengembangannya melalui proses akreditasi yang memungkinkan mata pelajaran dapat dimodifikasi sesui dengan tuntutan yang berkembang. Dengan demikian, kurikulum ini merupakan pengembangan dari pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap dan minat, untuk melakukan suatu keterampilan atau tugas dalam bentuk kemahiran dan rasa tanggung jawab. Lebih jauh lagi, kurikulum ini merupakan suatu desain kurikulum yang dikembangkan berdasarkan sejumlah kompetensi tertentu, sehingga setelah menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu, siswa diharapkan mampu menguasai serangkaian kompetensi dan menerapkannya dalam kehidupan kelak.

Menurut Beane (1986), diberlakukannya KTSP dalam dunia pendidikan berimplikasi cukup luas dan kompleks yang berkaitan dengan pembelajaran, pengalaman belajar, dan sistem penilaian. Bentuk-bentuk pembelajaran yang disarankan dari KTSP meliputi pembelajaran autentik (authentic instruction), pembelajaran berbasis inquiri (inquiry based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran layanan (service learning), pembelajaran berbasis kerja (work based learning), dan pembelajaran berbasis portofolio (fortopolio based learning).

Penerapan KTSP dalam sistem pendidikan Indonesia tidak sekedar pergantian kurikulum, tetapi menyangkut perubahan secara mendasar dalam sistem pendidikan. Penerapan KTSP menuntut perubahan paradigma dalam pembelajaran dan persekolahan, karena dengan penerapan KTSP tidak hanya menyebabkan perubahan konsep, metode, dan strategi guru dalam mengajar, tetapi juga menyangkut pola piker, filosofis, komitmen guru, sekolah, dan stakeholder pendidikan.

Dalam KTSP guru ditempatkan sebagai fasilitator dan mediator yang membantu agar proses belajar siswa berjalan dengan baik. Perhatian utama pada siswa yang belajar, bukan pada disiplin atau guru yang mengajar. Fungsi fasilitator atau mediator begitu berarti, yakni: (1) menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa bertanggung jawab dalam membuat rancangan dan proses; (2) menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang meransang keingintahuan siswa dan membantu mereka untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya, menyediakan sarana yang meransang siswa berpikir secara produktif, menyediakan kesempatan dan pengalaman konflik; (3) memonitor, mengevaluasi, dan menunjukkan apakah pemikiran siswa jalan atau tidak. Guru menunjukkan dan mempertanyakan apakah pengetahuan siswa berlaku untuk menghadapi persoalan baru. Guru membantu mengevaluasi hipotesis dan kesimpulan siswa. Dalam KTSP guru beserta komponen yang lainnya harus mampu memilih dan menekankan kompetensi yang menunjang dan bermanfaat bagi peserta didik. Menurut Ashan (1981) ada enam langkah analisis kompetensi, yaitu pertama, analisis tugas. Analisis ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh lulusan ke dalam indikator- indikator kompetensi. Berdasarkan analisis tugas yang harus dilakukan oleh lulusan, dikembangkan berbagai jenis pekerjaan menurut peran profesional, selanjutnya ditentukan kompetensi- kompetensi yang diperlukan (daftar kompetensi). Kedua, pola analisis. Pola ini dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan baru yang belum ada dalam pekerjaanpola analisis dilakukan dengan menganalisis setiap pekerjaan yang ada di masyarakat dengan keterampilan- keterampilan yang dimiliki oleh karyawannya. Selanjutnya dikembangkan keterampilan- keterampilan baru yang belum dimiliki oleh para karyawan, yang dipandang lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan.

Ketiga, research (penelitian) dimaksudkan untuk mengembangkan sejumlah kompetensi berdasarkan hasil-hasil penelitian dan diskusi. Penelitian dan diskusi ini melibatkan berbagai ahli yang memahami kondisi serta perkembangan masa kini dan masa yang akan dating. Berdasarkan pemehaman terhadap kondisi serta perkembangan masa kini dan masa yang akan dating, diidentifikasi sejumlah kompetensi yang diperlukan untuk dikuasai oleh individu dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Keempat, expert judgment. , expert judgment atau pertimbangan ahli dimaksudkan untuk menganalisis kompetensi berdasarkan pertimbangan para ahli., expert judgment ini bias dilakukan dengan teknik delpi, sebagai suatu cara untuk memprediksi masa depan berdasarkan pandangan dan analisis para pakar ditinjau dari berbagai sudut pandang ilmu. Kelebihan dari teknik ini adalah yang melakukan analisis dan prediksi masa depan adalah mereka yang telah memiliki wawasan dan pengetahuan yang andal dalam bidangnya. Kelima, individual or group interview data. Analisis kompetensi berdasarkan wawancara, baik secara individu maupun kelompok dimaksudkan untuk menemukan informasi tentang kegiatan, tugas-tugas, dan pekerjaan yang diketahui oleh seseorang atau sekelompok orang dalam bentuk lisan. Dalam komunikasi dua arah, penggunaan wawancara diharapkan dapat memberi kemudahan dalam menganalisis kompetensi untuk memperoleh informasi yang diinginkan oleh pewawancara melalui pertanyaaan- pertanyaaan yang diajukan. Keenam, role play dimaksudkan untuk melakukan analisis kompetensi berdasarkan pengamatan dan penilaian terhadap sejumlah orang yang melakukan peran tertentu. Melalui kegiatan ini diharapkan diperoleh sejumlah peran tertentu yang ada di masyarakat, sebagai bahan untuk mengidentifikasi kompetensi yang perlu dikembangkan dan dimiliki oleh peserta didik.

Berbagai hasil analisis kompetensi di atas merupakan bahan untuk merumuskan tujuan pendidikan dan mengembangkan kompetensi dasar dalam setiap mata pelajaran. Setiap tugas harus dirumuskan dengan jelas agar peserta didik mengetahui apa yang harus mereka pelajari., dan untuk apa mereka mempelajari hal tersebut. Berdasarkan kompetensi dan tujuan yang akan dicapai dikembangkan alat evaluasi untuk mengukur dengan kompetensi yang telah ditetapkan.

Merujuk pada BNSP (2006) dalam mengembangkan KTSP berlandasan kepada aspek akademis atau filosofis KTSP adalah sebagai berikut: Jhon Dewey: Peran pendidikan adalah mengajar siswa cara menjalin hubungan antara sejumlah pengalaman – pengalaman baru melalui pengalaman lama menjadi pengetahuan. Vygotsky: pengalaman di luar kelas dibawa ke dalam kelas dan pengalaman belajar siswa sangat penting. Ausubel: Informasi diorganisasikan dalam pikiran dan dalam struktur kognitif yang berhubungan dengan standar kompetensi, bila siswa diberi informasi baru, informasi tersebut akan masuk kedalam susunan kognitif dan melekat pada informasi baru tersebut mempunyai makna bagi siswa, dan struktur kognitif yang ada bertindak sebagai acvanced organizer.

3. Dasar Kebijakan dan Karakteristik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Berkaitan dengan kurikulum baru untuk menggantikan kurikulum 1994 dan merevisi kurikulum 2004 (KBK) pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara itu, untuk pelaksanaan kedua Permen di atas pemerintah melalui Depdiknas mengeluarkan Permen Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006 tersebut di atas.

Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Pasal 1 ayat 3 Permen Diknas Nomor 24 Tahun 2006. Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP (Pasal 1 ayat 4 Permen Diknas Nomor 24 Tahun 2006). Kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah (Pasal 1 ayat 5 Permen Diknas Nomor 24 Tahun 2006).

Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004, melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara bertahap dalam jangka waktu paling lama tiga tahun, dengan berbagai tahapan.

KTSP menekankan pada kemampuan yang harus dicapai, dan dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Kemampuan lulusan yang harus dinyatakan dengan standar kompetensi, yaitu kemampuan minimal apa yang harus dicapai lulusan. Standar kompetensi lulusan merupakan modal utama untuk bersaing di tingkat regional maupun global, karena persaingan sumber daya manusia. Karateristik kurikulum ini adalah: 1) hasil belajar dinyatakan dengan kemampuan atau kompetensi yang dapat didemonstrasikan atau ditampilkan; 2) semua peserta didik harus mencapai ketuntasan belajar, yaitu menguasai semua kompetensi dasar; 3) kecepatan belajar peserta didik tidak sama; 4) penilaian menggunakan acuan kriteria; 5) ada program remedial, pengayaan, dan percepatan; 6) tenaga pengajar atau atau pendidik merancang pengalaman belajar peserta didik; 7) tenaga pengajar sebagai fasilitator; 8) pembelajaran mencakup aspek afektif yang terintegrasi dalam semua bidang studi.

Sebagai sebuah konsep, sekaligus sebagai sebuah program, KTSP memiliki karateristik sebagai berikut: 1). KTSP menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Individual maupun Klasikal. Dalam KTSP peserta didik dibentuk untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minat yang pada akhirnya akan membentuk pribadi yang terampil dan mandiri; 2). KTSP berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman; 3). Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi; 4). Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi sumber belajar lainya yang memenuhi unsure edukatif; 5). Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual haruslah ditandai dengan 1) proses mengobservasi sesuatu; 2) membuat pertanyaan, menghubungkan sesuatu yang ditanyakan dan ingin dipahami dengan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya; 3) menempuh kegiatan untuk mendapatkan jawaban pertanyaan melalui pembahasan dengan orang lain; 4) membahas hasil pemahaman melalui pembahasan dengan orang lain; dan 5) memikirkan kegiatan yang telah dilakukan dan pemahaman yang diperoleh, menanggapi, membuat kesimpulan (Budiyanto, 2003).

Standar kompetensi yang diharapkan dicapai peserta didik mencakup aspek berpikir, keterampilan, dan kepribadian. Tujuan utama dari standar kompetensi adalah untuk memberi arah kepada pendidik tentang kemampuan dan keterampilan yang menjadi fokus proses pembelajaran dan penilaian. Jadi, standar kompetensi adalah batas dan arah kemempuan yang harus dimiliki dan dapat dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran suatu pelajaran tertentu.

4. Tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             

Secara umun tujuan mengimplementasikan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan serta partisipatif dalam pengembangan kurikulum.

Secara khusus tujuan mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah untuk: a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulun, mengelola dan memperdayakan sumberdaya yang tersedia; b) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangkan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama; c) Meningkatkan kompetensi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.

Menurut Mansur Mukhlich Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdiri empat komponen, Yaitu: 1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dengan tujuan meletakkan dan meningkatkan mencerdaskan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut; 2) struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang meliputi mata pelajaran, muatan lokal, kegiatan pengembangan diri, pengaturan beban belajar, kenaikan kelas, pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global; 3) kalender pendidikan yang dibuat dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat; 4) silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. (Mansur, 2007: 15-16). Adapun visi dari implementasi pendidikan yaitu: 1) mencetak insan terampil, mandiri dan bertaqwa; 2) mencetak insan sehat jasmani dan rohani, berilmu, dan bertanggung jawab; 3) mencerdaskan bangsa lewat WAJAR; 4) berwawasan kebaharian dangan iman dan taqwa; 5) unggul dalam IMTAQ dan IMTEK untuk persaingan nasional dan global. (Susanto, 2007: 82).

5. Landasan Pengembangan dan Penyempurnaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dilandasi oleh undang-undang dan peraturan pemerintah sebagai berikut: a) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Sikdiknas, dalam hai ini dikemukakan bahwa Standar Nasional Pendidikan (SNP) terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala, serta memperhatikan peningkatan iman dan takwa, peningkatan akhlak mulia, peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik, keragaman potensi daerah dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, agama, dinamika perkembangan global, persatuan nasional, dan nilai-nilai kebangsaan; b) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam hai ini SNP merupakan kreteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan dalam peraturan tersebur dikemukakan bahwa KTSP merupakan kurikulum opersional yang dikembangkan berdasarkan kompetensi lulusan (SKL), dan standar isi; c) Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Dalam hal ini mengatur tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi, mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu; d) Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran yang bermuara pada kompetensi dasar; e) Permendiknas No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas No. 22, dan 23.

Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. Hal tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 35 dan 36 yang menekankan perlunya peningkatan standar nasional pendidikan sebagai acuan kurikulum secara berencana dan berkala dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (Mulyasa, 2007:9). Oleh karena itu, sejak tahun 2001, Depdiknas melakukan serangkaian kegiatan untuk menyempurnakan kurikulum 1994 dan melakukan rintisan (piloting) secara terbatas untuk validasi dan mendapatkan masukan impiris. Kurikulum ini di sebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), karena menggunakan pendekatan kompetensi dan kemampuan minimal yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap tingkatan kelas dan pada akhir satuan pendidikan dirumuskan secara eksplisit. Di samping rumusan kompetensi, dirumuskan pula materi standar untuk mendukung  pencapaian kompetensi dan indikator yang dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk melihat ketercapaian hasil pembelajaran.

Penyempunaan kurikulum 1945 yang dimulai sejak tahun 2001 dan perintisan dilakukan pada beberapa sekolah oleh Pusat Kurikulun Balitbang dan Direktorat Jendral Dikdasmen. Draft kuriklum hasil rintisan tersebut semula akan diberlakukan penerapannya di sekolah-sekolah tahun ajaran 2004/2005,  namun dengan akhirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sikdiknas dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, draft kurikulum tersebut perlu disesuaikan kembali. Sesuai dengan PP Nomor 19 Tahun 2005, penyempurnaan kurikulum selanjutnya dilakukan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Penyempurnaan dilaksanakan berdasarkan hasil kajian para pakar pendidikan yang tergabung di BSNP dan juga masukan dari masyarakat yang terfokus terhadap dua hal: 1) pengurangan beban belajar kurang lebih 10%; 2) penyederhanaan kerangka dasar dan struktur kurikulum. Penyempurnaan tersebut mencakup singkronisasi kompetensi untuk setiap mata pelajaran antar jenjang pendidikan, beban belajar dan jumlah mata pelajaran serta validasi empirik terhadap setandar kompetensi dan kompetensi dasar. Oleh sebab itu kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan iman dan takwa; peningkatan akhlak mulia; peningkatan potensi; kecerdasan, dan minat peserta didik; keragaman potensi daerah dan lingkungan; tuntutan pembangunan daerah dan nasional; tuntutan dunia kerja; perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni; agama; dinamika perkembangan global; persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.(Mulyasa, 2007: 12).

6. Karakteristik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Karakteristik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dideskripsikan sebagai berikut: a) Pemberian otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan, disertai seperangkat tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi setempat; b) Partisipasi masyarakat dan orang tua peserta didik yang tinggi artinya masyarakat dan orang tua menjalin kerja sama untuk membantu sekolah sebagai nara sumber pada berbagai kegiatan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; c) Kepemimpinan yang demokratis dan profesional; d) Tim kerja yang kompak dan transparan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan.(Mulyasa, 2007: 31).

7. Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 

Sebagai kelebihan KTSP adalah: 1) sebagai kurikulum untuk mempertegas kurikulum sebelumnya sehingga tidak diperlukan lagi uji publik. KTSP akan diberlakukan kepada sekolah yang sudah siap dan memiliki daya dukung yang memadai; 2) diberlakukan di sekolah dengan penyesuaian kondisi local; 3) mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan; 4) mendorong para guru, kepala sekolah dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam menyelenggarakan program pendidikan; 5) KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.

Disamping itu, KTSP memberi peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan. Sehingga KTSP memberi angin segar bagi sekolah-sekolah yang menyebut dirinya sebagai sekolah berstandar nasional plus.

Adapun sebagai kelemahan KTSP menyangkut: 1) kurangnya SDM yang memadai yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada setiap satuan pendidikan yang ada; 2) kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP. Disamping itu, masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara utuh, penyusunannya maupun praktiknya dilapangan. Penerapan KTSP merekomendasikan pengurangan jam pelajaran mentasi ktsp, elemen-elemen ktsp, profil ktsp di Jambi

Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan BSNP. Pengembangan KTSP diserahkan kepada para pelaksana pendidikan (guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan dewan pendidik) untuk mengembangkan berbagai kompetensi pendidikan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) pada setiap satuan pendidikan, di sekolah dan daerah masing-masing.

Mengingat bahwa penyusunan KTSP diserahkan kepada satuan pendidikan, sekolah, dan daerah masing-masing, diasumsikan bahwa guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan dewan pendidikan akan sangat bersahabat dengan kurikulum tersebut, karena terlibat secara langsung dalam proses penyusunan dan yang akan melaksanakannya dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga memahami betul apa yang harus dilaksanakan sehubungan dengan kekuatan, kelemahan. Peluang, dan tantangan, yang dimiliki oleh setiap satuan pendidikan di daerah masing-masing.

Keterlibatan guru, kepala sekolah, masyarakat yang tergabung dalam komite sekolah dan dewan pendidikan dalam mengambil keputusan akan membangkitkan rasa kepemilikan yang lebih tinggi terhadap kurikulum, sehingga mendorong untuk mendayagunakan sumber daya yang ada seefisien mingkun untuk mencapai hasil yang optimal. Konsep ini didasarkan pada Self Determination Theory yang menyatakan bahwa jika seseorang memiliki kekuasaan dalam mengambil suatu keputusan, maka akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan keputusan tersebut. (Mulyasa, 2007: 40-41).


BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka kerangka kerja setiap penelitian harus mengacu pada metode-metode yang sesuai dengan obyek yang di teliti, hal ini dilakukan supaya kegunaan penelitian agar berjalan dengan lancar dan

hasilnya diakui oleh publik. Metode penilitian akan memandu si peneliti tentang sistematika sebuah penelitian yang di lakukan. (M. Nazir, 2003: 44).

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Dilihat dari sifatnya penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang mendeskripsikan dengan sistematis cermat terhadap fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. (Amir Hadi dan Haryono, 2007: 49). Sesuai dengan penelitian ini, nantinya peneliti akan mencari data-data deskriptif tentang implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), serta membutuhkan pengamatan dalam  proses pelaksanaanya tersebut sesuai atau tidak, efektif atau tidak dengan kemampuan dan perkembangan anak didik.

Jenis penelitian yang penulis teliti adalah deskriptif kualitatif yaitu lebih menyajikan rician, menyajikan dari ringkasan, dan bukan evaluasi. (Moeni Muhajir, 1989: 49).

30

 karena tujuan dari penelitian deskriptif yaitu untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. (M. Nasir, 2003: 54).

Sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian, jenis penelitian ini  sangat tepat karena peneliti akan mendeskripsikan data bukan untuk mengukur data yang diperoleh. Sedangkan rancangan studi kasus ini bersifat terpancang artinya peneliti memusatkan perhatiannya pada kasus yang telah ditetapkan yakni tentang Implumentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Dalam penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan hal-hal yang terjadi di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang yang terkait dengan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP).

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, dengan menperhatikan dan mempertimbangkan beberapa alasan, terkait dengan perkembangan yang begitu pesat sampai mendapatkan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan satu-satunya lembaga yang pertamakali menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

C. Sumber Data

Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. (SuharsimiArikunto, 2006: 129). Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.

1. Sumber data primer adalah sumber data yang dikumpulkan langsung dari kepala sekolah dan wakasek kurikulum.

2. Sumber data sekunder adalah sumber data yang mendukung yang berupa bahan-bahan perpustakaan dan dokumentasi yang berkenaan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP).

D. Teknik Pengumpulan Data

Adapu teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:

1. Teknik Observasi

Teknik Observasi adalah pengamatan secara langsung terhadap obyek penelitian seperti implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, tehnik ini juga di gunakan untuk mendapatkan informasi tentang sekolah, baik letak geografis, sarana prasarana dan lain-lain yang di miliki SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

2. Teknik Wawancara

Teknik Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya, baik dalam bentuk tulisan ataupun lisan.Teknik ini untuk mendapatkan informasi tentang sejauh mana proses perencanaan, penerapan dan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Wawancara ini ditunjukkan kepada Kepala sekolah, wakasek kurikulum, dan siswa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.


3. Teknik Dokumentasi

Teknik dokumentasi adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh data langsung dari tempat peneliti, yang digunakan untuk mendapatkan data tentang jumlah pegawai, jumlah murid, jumlah kelas, keadaan guru, serta sejarah atau latar belakang berdirinya SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

E. Analisis Data

Setelah data-data yang  dibutuhkan telah terkumpu, maka tugas selanjutnya adalah membaca dan menelaah data (menganalisa data). Analisis data ini merupakan kerja penting dalam sebuah penelitian, karena hanya dengan melalui analisis data peneliti dapat mendeskripsikan, mengambil kesimpulan dan membuktikan sebuah teori atau hipotesis. Data yang telah terkumpul di klarifikasikan kemudian di analisis secara deskriptif kualitatif yang pada akhirnya di tarik kesimpulan sebagai akhir proses penelitian ini.

Adapun dalam proses analisa data, penulis menggunakan metode Hubermen dan Miells, yaitu:

1. Reduksi Data

Reduksi Data merupakan proses penyederhanaan dan transformasi data ‘kasar’ yang mucul dari data penulis di lapanga dengan melalui beberapa tahap yaitu membuat ringkasan, mengkode, menulis tema, membuat patris, membuat memo.


2. Penyajian Data

Penyajian data yaitu informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

3. Verifikasi atau Penarikan Kesimpulan

Verifikasi atau penarikan kesimpulan yaitu makna-makna yang muncul dari data yang lurus diuji kebenarannya, kekokohannya, dan kecocokannya yang merupakan faliditas dari data tersebut. (Hubermen dan Matehew, 1992: 16-18).

F. Keabsahan Data

Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan tekhnik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confermability). (Lexi J Moleong, 2008: 324).

Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan penyederhanaan data serta diadakan perbaikan dari segi bahasa maupun sistematikanya agar dalam pelaporan hasil penelitian tidak diragukan lagi keabsahannya.


G. Tahap-tahap Penelitian

Adapun tahap penelitian yang dilakukan peneliti terdapat 3 tahapan, yaitu:

  1. Tahap Pra Lapangan

Dalam tahap pralapangan, peneliti melakukan survey ke SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang untuk mendapatkan data tentang gambaran umum lokasi penelitian dan untuk menemukan langkah-langkah penyusunan penelitian.

  1. Tahap Kegiatan Lapangan

Tahap kegiatan lapangan ini difokuskan pada hal-hal yang ingin diteliti, dalam hal ini peneliti menfokuskan pada Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

  1. Tahap Analisis Data

Tahap Analisis Data  adalah pengecekan data dari informasi, subyek studi maupun dokumen untuk membuktikan keabsahan data yang telah diperoleh, untuk penyederhanaan data serta untuk perbaikan data baik dari segi bahasa atau sistematika.


BAB IV

PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

 

A. Obyek Penelitian

1. Sejarah Singkat SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang berdiri pada tahun 1977 yang berlokasi di JL. Gatot Subroto No. 2 / Karangsari Sukodono Lumajang, yang sebelumnya nama SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang bernama Filian SMP 1 Lumajang sampai tahun 1978, kemudian pada tahun 1984  Pemerintah Daerah Lumajang menetapkan nama Filian SMP 1 Lumajang diganti SMP 3 Lumajang, nama SMP 3 Lumajang bertahan sampai tahun 1977 setelah SK Perubahan Nama kelembagaan No. 03410/1997 Tanggal 07/03/1997, NSS 201052114001200001, Terakreditasi A+, maka diganti SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang. (Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lunajang )

36

Kehadiran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang tidak lepas dari keinginan untuk mewujudkan sebuah lembaga pendidikan yang ingin memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa, negara dan agama. Sejalan dengan perkembangan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang yang semakin banyak peminatnya karena orang tua lebih menyadari pentingnya pembentukan keimanan dan akhlak melalui intlektual, kepribadian dan kemandirian yang tinggi, sehingga sampai tahun 2009 didukung oleh guru-guru yang lebih professional dan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lembaga yang lain.

Adapun urutan kepala sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, sebagai berikut:

Tabel 4.1 Urutan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

No. Nama Sekolah Tahun Kepaka Sekolah
12

3

4

5

6

7

8

9

SMPN 1 Lumajang FilialSMPN 3 Lumajang

SMPN 3 Lumajang

SMPN 3 Lumajang

SMPN 3 Lumajang

SLTPN 1 Sukodono

SLTPN 1 Sukodono

SMPN 1 Sukodono

SMPN 1 Sukodono

1978-19831983-1990

1990-1993

1993-1995

1995-1998

1998-2001

2001-2004

2004-2005

2005-up to now

MashoedMashoed

Drs. Noerawi

Drs. Riboet Santoso

Slamet Siswoyo

Drs. Imam Munir,M.Si

Drs. Syamsul Hadi

Drs. Syamsul Huda,M.Pd

Winadi, S.Pd, M.Pd

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang


2. Visi, Misi dan Tujuan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

1) Visi SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

a. Terwujudnya Pendidikan Adil dan Merata
b. Terwujudnya Pendidikan yang bermutu, efektif, efesien, partisipatif

dan akuntabel
c. Terwujudnya Pendidikan dengan lulusan yang cerdas, terampil, beriman

dan bertaqwa
d. Terwujudnya Lingkungan yang sehat.

2) Misi SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

a. Mewujudkan Pendidikan dengan lulusan yang cerdas, terampil, bertaqwa dan beriman serta memiliki keunggulan kompetitif

b. Mewujudkan pendidikan yang adil dan merata
c. Mewujudkan Pendidikan yang bermutu, efektif, dan relavan
d. Mewujudkan Pendidikan yang memiliki tata kelola yang partisipatif
e. Mewujudkan Pendidikan yang transparan dan akuntabel
f. Mewujudkan lingkungan yang sehat

3) Tujuan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

a. Terwujudnya peserta akademik dan non akademik yang bertaraf internasional

b. Terwujudnya lingkungan sekolah yang sehat dan berbudaya lingkunan

c. Terwujudnya berbagai model pembelajaran berstandar internasional sesuai tuntutan kurikulum internasional.

d. Terwujudnya berbagai srtategi pembelajaran berstansar internasional berbasis ITC.

e. Terwujudnya program untuk mendukung keterlaksanaan PBM berstandar internasional.

f. Terwujudnya PBM yang berstandar internasional.

g. Terwujudnya program-program dalam upaya pengembangan PBM internasional.

h. Terwujudnya program-program dalam upaya pengembangan sistem penilaian pendidikan di sekolah bertaraf internasional.

i. Terwujudnya modal penilaian sesuai tuntutan kurikulum internasional.

j. Terwujudnya ujian akhir sekolah dengan standar internasional.

k. Terwujudnya dokumen sekolah.

l. Terwujudnya program dalam upaya pengembangan manajemen sekolah berstandar internasional

m. Terwujudnya model manajemen berbasis sekolah secara penuh.

n. Terwujudnya program manajemen dengan standat ISO 9001-14000 dalam upaya pengembangan sekolah berstandar internasional.

o. Terwujudnya jalinan kerjasama dengan sekolah sederajat yang telah berstandar internasional, baik dari dalam maupun luar negeri dalam bentuk MOU.

p. Terwujudnya program-program dalam upaya pengembangan SKL internasional.

q. Terwujudnya dokumen SKL internasional di sekolah.

r. Terwujudnya mata pelajaran tertentu sebagai wujud dari pengembangan kurikulum internasional.

s. Terwujudnya silabus dan RPP yang akan dibergunakan untuk

proses pembelajaran.

t. Terwujudnya dokumen seperangkat kurikulum internasional di sekolah.

u. Terwujudnya program-program dalam upaya pengembangan fasilitas sekolah berstandar internasional

v. Terwujudnya fasilitas pokok sekolah yang berstaraf internasional seperti lab bahasa, lab IPA, lab komputer, pusat multi media komputer dan jaringan internet, dan peralatan media pembelajaran di kelas (TV, VCD, tape recorde, LCD, OHP, Laptop).

w. Terwujudnya program sekolah untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi SDM bertaraf internasional.

x. Terwujudnya kebutuhan SDM di sekolah yang sesuai dengan rintisan RSBI. (mampu berbahasa inggris dalam proses pembelajaran, maupun mengoprasikan komputer dan internet, dan mampu menggunakan ICT dalam pembelajaran).

y. Terwujudnya program sekolah untuk memenuhi jumlah pendidik dan kependidikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran internasional.

z. Terwujudnya program dalam upaya pengembangan pembiayaan SBI.

aa. Terwujudnya banyak sumber pendanaan penyelenggaraan pendidikan berstandar internasional, baik dari lingkungan sekitar sekolah, pemerintah daerah, lembaga lain, dunia usaha/industri, baik di dalam negeri maupun dari luar negeri.

bb Terwujudnya standar pembiayaan standar internasional per anak per tahun.

4) Hasil yang Diharapkan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

a. Terealisasinya pendidikan dengan lulusan yang cerdas, terampil, bertaqwa, dan beriman serta memiliki keunggulan yang kompetitif.

b. Terealisasinya pendidikan yang adil dan merata.

c. Terealisasinya pendidikan yang bermutu, efektif, dan relevan.

d. Terealisasinya pendidikan yang memiliki tata kelola yang baik.

e. Terealisasinya pendidikan yang demokratif dan partisipatif.

f. Terealisasinya pendidikan yang bertransparan dan

g. Terealisasinya lingkungan pendidikan yang baik.

h. Terealisasinya sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.

5) Data Guru dan Siswa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Jumlah Guru

Guru merupakan sumber belajar yang ikut menentukan tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh karena itu guru memiliki komponon dan professional, dalam tugasnya sangat diharapkan demi keberhasilan proses belajar mengajar. Adapun data guru,  dan siswa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang sebagaimana disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Jumlah guru SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Mata Pelajaran Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap Guru Tidak Tetap Guru Tetap
1 Agama Islam     1 1
2 Agama Kristen     1 -
3 Agama Katolik     1 -
4 Agama Hindu     1 -
5 Agama Budha     1 -
6 PPKn     - 5
7 Bahasa Indonesia     1 4
8 Bahasa Inggris     2 3
9 Matematika     1 5
10 Penjaskes     1 2
11 Fisika     1 3
12 Biologi     1 2
13 IPS-Geografi       3
14 IPS- Sejarah     - -
15 IPS- Ekonomi     - 8
16 Bahasa Daerah     - -
17 Ketrampilan/KTK       3
18 BP/BK       1
19 Muatan Lokal     2 -
  Jumlah 6 9 13 40

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

 

Tabel 4.3 Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Nama Jenis Klamin Pendidikan Akhir
L P
1 Kepala Sekolah Winadi, S.Pd, M.Pd V   S2
2 WakilKepala Sekolah Mahadi Sastra, S.Pd V   S1
Sih Widi Handari S.Pd   V S1

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang


Tabel 4.4 Guru SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Tingkat Pendidikan Jumlah dan Status Guru Jumlah
GT/PNS GTT/Guru Bantu
    L P L P  
1 S3/S2 3       3
2 S1 11 27 1 8 47
3 D-4          
4 D3/Sarmud 1 2     3
5 D2          
6 D1          
7 SMA/Sederajat          
  Jumlah 15 29 1 8 53

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Tabel 4.5 Tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

No Tenaga Pendukung Jumlah Tenaga Pendukung dan Kualifikasi Pendidikan Jumlah Tenaga Pendukung Jm
SMP SMA D1 D2 D3 S1 PNS Honorer
L P L P  
1 Tata Usaha   4       3 1 2 3 1 7
2 Perpustakaan                   1 1
3 Laporan lab. IPA                      
4 Teknisi lab. Komputer           1 1        
5 Laboran lab. Bahasa                      
6 PTD (Pen Tek. Das)                      
7 Kantin                      
8 Penjaga Sekolah 1             1     1
9 Tukang Kebun 2 3               6 6
10 Keamanan 1                   1
11 Lainnya:                      
  Jumlah 4 7       5 3 2 8 2 16

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

 

Tabel 4.6 Perkembangan sekolah 3 tahun terakhir SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Bidang Studi Tahun Ajaran Ket
2006/2007 2007/2008 2008/2009
1 Matematika 9.43 8.64 9.54  
2 Bahasa Inggris 8.11 8.57 8.90  
3 Bahasa Indonesia 8.84 8.31 8.72  
4 IPA - 8.47 8.77  
  Rata-rata 8.80 8.50 8.99  

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Tabel 4.7 Data Rombel SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Rombongan Belajar Tahun Ajaran Ket
2007/2008 2008/2009 2009/2010
1 Kelas 7 7 7 7  
2 Kelas 8 7 7 7  
3 Kelas 9 7 7 7  
  Jumlah 21 21 21  

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Tabel 4.8 Data Siswa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Siswa Tahun Ajaran Ket
2007/2008 2008/2009 2009/2010
1 Kelas 1 274 225 240  
2 Kelas 2 285 275 226  
3 Kelas 3 265 284 274  
  Jumlah 824 784 784  

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

6) Data Fasilitas  SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Jumlah Guru

Fasilitas setiap tahunnya selalu mendapat penambahan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Secara rinci fasilitas SMP Negeri 1 SukodonoLumajang disajikan pada table-tabel di bawah ini:


Tabel 4.9 Ruang SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Jenis Ruangan   Luas Pemanfaatan Ruang Kondisi
Ruang M2 Dipakai Tidak Jarang Baik RR RB
1 R. Kelas 21 1176 21     21    
2 R. Perpustakaan 1 84 1          
3 R. Serba Guna 1 144         1  
4 R. Tata Usaha 1 56 1     1    
5 R. Kasek 1 56 1     1    
6 R. Guru 1 144 1     1    
7 R. BP/BK 1 18 1     1    
8 R. UKS/OSIS 1 16 1     1    
9 R. Lab IPA 1 117   1       1
10 R. Koperasi 1 9 1     1    
11 R. Ibadah 1 144 1     1    
12 R. Ketrampilan 1 72 1     1    
13 R. Dinas KS - - -          
14 Rumah Penjaga - - -          
15 Mess Guru - - -          
16 Mess Murid - - -          
17 KM/ WC Guru 2 6 2     2    
18 KM/ WC Murid 6 12 6     4 2  
19 Gudang 1 72 1         1
20 Serba Guna - -            

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang


Tabel 4.10 Instruktur SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Infrastruktur (m)   Keterangan Kondisi
  Kurang Permanen Tidak Permanen Baik RR RB
1 Pagar Depan 114 M’   V   V    
2 Pagar Samping 232 M’   V   V    
3 Pagar Belakang 114 m’   V   V    
4 Tembok Penahan/Talud -M’   V   V    
5 Tiang Bendera 2 Bh   V   V    
6 Reservoir/Menara Air 1 Bh            
7 Bak Sampah Permanen 3 Bh            
8 Saluran Primer -M’            
9 Saluran Keliling Bangunan 200 M2   V V   V  
10 Gorong-gorong -            
11 Tempat Parkir Siswa -225 M2   V     V  
12 Tempat Parkir Guru -            
13 Jalan Masuk 20 M2   V     V  
14 Doorlope              
15 Selaras Penghubung -            
16 Lap. Upacara/OR 324 M2   V     V  
17 Perkerasan Halaman 640,35 M2       V    

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Tabel 4.11 Perabot/ Meubelair pengganti SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Meubelair Ruangan Keterangan
1                                                   R. Kelas 21 Kelas Kurang $ Ruang
2 R. Perpustakaan 1 Unit  
3 R. Serba guna    
4 R. Kepala sekolah 1 Unit  
5 R. Guru 34 Unit  
6 R. Tata Usaha 8Unit  
7 R. BP / BK 2 Unit  
8 R. UKS 1 Unit  
9 R. Koperasi/ Kantin 1 Unit  
10 R. Ibadah -  
11 R. Penjaga -  
12 R. Rumah Dinas KS -  
13 Mess Guru -  
14 Mess Murid -  
15 R. Ketrampilan -  
16 R. Lab. IPA 1 Unit  
17 R. Lab. IPS -  

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

B. Penyajian Data dan Analisis Data

Dari hasil interview observasi dan dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti sebagaimana obyek penelitian dalam melakukan penelitian tentang Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang tahun pelajaran 2008-2009 maka dapat peneliti sajikan sebagai berikut:

1. Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dilakukan untuk memperbaiki kurikulum iti sendiri, baik dari guru, siswa dan lingkungan. Oleh karena itu penyusuna Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang dilakukan dengan beberapa proses, yaitu:

a. Proses Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Proses penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah di bentuknya tim dengan mengidentifikasikan SI dan SKL, analisis kondisi satuan pendidikan (peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan program-program), analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar (asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial budaya). Tim penyusun KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang terdiri atas guru, konselor, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota, dengan melibatkan komite sekolah, nara sumber, serta pihak lain yang terkait.

Menurut Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, Bapak Winadi, S.Pd. M.Pd. pada hari sabtu tanggal 10 Oktober 2009, beliau mengatakan bahwa penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru dalam bentuk rapat kerja dan/atau lokakarya. Tahap kegiatan penyusunan KTSP ini secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta finalisasi, pemantapan dan penilaian. Penyusunan KTSP juga merupakan kegiatan program rutin tahunan yang dilaksanakan secara periodik dalam siklus tahun pelajaran, sehingga dokumen yang disusun sesuai dengan karakteristik peserta didik, situasi dan kondisi sekolah (baik internal maupun eksternal) dalam tahun pelajaran yang terkait.(W/KA/PK/10.10.2009).

Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa Tahap kegiatan penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang ini secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta finalisasi, pemantapan dan penilaian. Penyusunan KTSP juga merupakan kegiatan program rutin tahunan yang dilaksanakan secara periodik dalam siklus tahun pelajaran, sehingga dokumen yang disusun sesuai dengan karakteristik peserta didik, situasi dan kondisi sekolah (baik internal maupun eksternal).

b. Unsur-nsur yang Terlibat dalam Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Unsur-unsur yang terlibat dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang terdiri dari beberapa tim, sebagaimana yang disampaikan oleh kepala sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

Adapun unsur-unsur yang terlibat dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terdiri dari beberapa tim, antara lain: tim penyusunan, tim pelaksana, tim pendukung kurikulum, dan tim efaluasi. Dari tiap tim ini memiliki tugas yang berbeda-beda seperti, seperti kepala sekolah sebagai tim penyusun, pengembang, pelaksana, dan evaluasi, guru bimbingan konseling sebagai tim pelaksana, dan.lain sebagainya. (W/KA/PK/14.10.2009).


Berdasarkan penjelasan di atas dapat dirumuskan menjadi beberapa tim, antara lain:

1)    Tim penyusun & pengembang kurikulum ; kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wakil bidang kurikulum, bidang kesiswaan, dan komite sekolah. 

2)  Tim pelaksana ; Kepala sekolah, para wakasek, guru-guru, guru BK, wali kelas, guru Pembina osis dan ekskul. 

3)  Tim pendukung kurikulum : Para stap pegawai TU (tata laksana) kepala TU, Keuangan, kepegawaian, kesiswaan, operator administrasi, pegawai laboratorium dan perpustakaan, pelaksana keamanan, dan kebersihan ,dll. 

4)  Tim evaluasi : Secara internal sekolah ; kepala sekolah, kurikulum, litbang dan guru. (Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009).

2. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan siswa, yang sekiranya siswa mendapat pendidikan yang diharapkan. Adapun implementasi KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang dimuat pada struktur kurikulum dan pengembangan silabus, sebagaimana berikut:


a. Struktur dan Muatan Kurikulum

1) Kerangka Dasar Kurikulum dan Cakupan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar     Nasional Pendidikan pasal 6 ayat 1 menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; b) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; d) kelompok mata pelajaran estetika; e) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan. 

Tabel 4.12 Cakupan mata pelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Kelompok Mata Pelajaran Cakupan
1 Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Meliputi: etika, budi pekerti, atau mural pendidikan agama.
2 Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Kesadaran dan wawasan termasukwarisan kebangsaan. Jiwa dan patriotisme bela negara, kemajuan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan kepada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
3 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif, dan mandiri.
4 Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.
5 Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan pada SMP/MTs?SMPLB dimaksudkan untuk potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

2) Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Struktur kurikulum SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang meliputi substansi pembelajaran yang di tempuh dalan satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut. Kurikulum SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan muatan tambahan serta pengembangan diri seperti tertera pada table 4.13 di bawah ini:

Tabel 4.13 Struktur kurikulum SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

Komponen Kelas daan Alokasi Waktu
VIISBI VII VIIISBI VIII IX
A. Muatan Pelajaan          
1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2
2. pendidikan Kewarganegaraan 5 5 5 5 5
 3. Bahasa Indoneia 5 5 5 5 5
4. Bahasa Inggris 5 5 5 5 5
5. Matematika 5 5 5 5 5
6. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 5 5
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 4 4
8. Seni Budaya 2 2 2 2 2
9. Pendidikan Jasmani 2 2 2 2 2
10. PilihanA. Keterampilan Jasa

B. Teknologi Infomasi dan Komunikasi

 
2 2 2 2 2
2 2 2 2 2
11. Muatan LokalA. Bahasa Daerah

B. Bahasa Asing

C. Pendidikan Lingakungan Hidup

 
2 2 2 2 2
2 - 2 - -
2 2 2 2 2
 12. Muatan Tambahan Muatan Konseling 1* 1* 1* 1* 1*

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Ket: * Dilaksanakan diluar jam efektif.

3) Muatan Lokal SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Adapun substansi muatan untuk SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang meliputi: a) Bahasa jawa, diberikan di kelas VII sampai dengan kelas IX; b) Pendidikan lingkungan hidup (PLH) diberikan di kelas VII sampai dengan IX; c) Bahasa Asing (Jepang) diberikan di kelas R-SBI. Untuk masing-masing substansi muatan lokal tersebut standar kompetensi dan kopetensi dasarnya disusun dengan mempertimbangkan standar isi dan kondisi sekolah.

4) Kegiatan Pengembangan Diri SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembanga diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidian yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagaimana tertera dibawah. Kegiatan pengembangan diri di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang terdiri dari:

a) Kegiatan Rutin SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, meliputi: (1) Upacara bendera hari senin; (2) Berjabat tangan dengan guru setiap pagi hari saat hadir di sekolah; (3) Membaca Jus Amma bersama-sama sebelum doa bersama di bacakan; (4) Pengumpulan dana sosial bagi yang mampu, setiap hari jum’at; (5) Sholat Dhuhur di sekolah secara bergantian; (6) Sholat Jum’at di sekolah secara bergantian. (7) Do’a bersama setiap hari memulai dan mengakhiri pelajaran.

b) Kegiatan Spontan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, meliputi: (1) Kerja bakti lingkungan sekolah; (2) Peringatan hari besar nasional/agama; (3) Pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah;  (4) Penyembelian hewan kurban;  (5) Pengelolaan limbah; (6) Pentas seni sekolah (PSS); (7) Memperingati hari yang bertema lingkungn hidup.

c) Kegiatan Terprogram SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, meliputi: (1) Ekstra Kurikuler Basket ; (2) Ekstra Kurikuler Sepak Bola; (3) Ekstra Kurikuler Band; (4) Ekstra Kurikuler Catur; (5) Ekstra Kurikuler Pramuka; (6) Ekstra Kurikuler PMR; (7) Ekstra Kurikuler Bahasa Mandarin; (8) Ekstra Kurikuler Taekwondo; (9) Ekstra Kurikuler Pencak Organisasi; (10) Ekstra Kurikuler Tari Tradisional/Modern; (11) Ekstra Kurikuler Atletik; (12) Ekstra Kurikuler Bulutangkis; (13) Ekstra Kurikuler Pecinta Alam; (14) Bina Prestasi Olimpiade Seni Nasional (OSN); (15) Bina Prestasi Berprestasi; (16) Bina Prestasi Sastra Inggris; (17) Bina Prestasi Sastra Indonesia; (18) Bina Prestasi Karya Ilmiah Pelajaran; (19) Bina Prestasi Sosial Sciense Olympiade (SSO); (20) Bina Prestasi Internasional Junior Sciense Olympiade (IJSO).

d) Pelayanan Konseling SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, terutama terkait dan yang berkenalan dengan masakah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik.


5) Pengaturan Beban Belajar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

a) Beban belajar di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang diatur dalam sistem paket.

b) Jam belajar untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dilakukan setiap minggu 40 jam (kelas reguler), 42 jam (kelas R-SBI) sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.

c) Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur berkisar 0%-50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemamfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai komptensi.

d) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.

e) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 40 minggu.

6) Metode Pembelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, diutamakan menggunakan metode pendekatan CTL , namun demikian masih dimungkinkan menggunakan pendekatan Vareatif sesuai karateristik SK dan KD untuk masing-masing mata pelajaran. Dalam proses pembelajaran di kelas VII, kelas, VIII dan kelas IX untuk mata pelajaran IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, PKn menggunakan Tim Teaching, artinya dalam satu tatap muka difasilitasi dua orang atau lebih.

Adapun pendekatan yang digunakan untuk masina-masing pelajaran sebagaimana tercantum dalam table berikut:

Tabel 4.14 Metode pelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

Mata Pelajaran Metode yang digunakan
1. Pendidikan Agama Ceramah, Duskusi, Tanya jawab, presentasi, penugasan
2. Pendidikan Kewarganegaraan Ceramah berfareasi, diskusi, Tanya jawab
3. Bahasa Indonesia Inquiry, diskusi, sosio drama, ceramah berfareasi
4. Bahasa Inggris Three-phrase technique
5. Matematika Creramah berfareasi, diskusi, pemecahan masalah
6. Ilmu Pengetahuan Alam Inquiry, deminstrasi, diskusi, eksperimen
7. Ilmu Pengetahuan Sosial Diskusi, Tanya jawab, ceramah berfareasi, jiksaw, rool playing
8. Seni Budaya Demonstrasi, eksperimen, pemberian tugas, ceramah
9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan            Kesehatan Demonstrasi, eksperimen, pemberian tugas, ceramah
10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi DFemonstreasi, eksperimen, pemberian tugas, pemecahan masalah
11. Bahasa Daerah Ceramah., diskusi, Tanya jawab, presentasi, penugasan
12. Ketrampilan Ceramah, Tanya jawab, pemberian tugas
13. Pendidikan Lingkungan Hidup Ceramah, Tanya jawab, pemberian tugas, eksperimen, dan observasi

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Khusus kelas IX mengingat akan menghadapi ujian sekolah/ujian nasional lebih ditekankan pada pendekatan materi. Dari pada pendekatan proses. Untuk mendukung program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SBI), maka untuk mata pelajaran MIPA (Matematika dan IPA) menggunakan Bilingual Teaching (Inggris dan Indonesia) dangan presentase kelas VII 20% kelas VIII 50% menggunakan bahasa Inggris.

7) Penilaian Pembelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Penilaian hasil pembelajaran di SMP Negeri 1 Sukodono terdiri atas:

a) Penilaian hasil belajar oleh pendidik. Artinya, Penilaian ini dilakukan secara berkesinambugan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk: (1) ulangan Harian; (2) ulangan tengah semester; (3) ulangan akhir semester; (4) ulangan kenaikan kelas.

b) Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, Artinya, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan ini bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar in mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidikan untuk menentukan kelulusan peserta didik (Ujian Sekolah) dari satuan pendidikan.

c) Penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Artinya, penilaian hasil belajar oleh pemerintah ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional.

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indicator. Didalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting yang meliputi: a) Tehnik penilaian; b) bentuk instumen; c) Contoh Instrument.

Ragam teknik penilaian beserta ragam bentuk instrument dapat di lihat pada tabel berikut:


Tabel 4.15 Penilaian pelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

Teknik Bentuk Instrumen
Tes tulis Tes IsianTes uraian

Tes pilihan ganda

Tes menjodohkan dll

Te lisan Daftar pertanyaan
Tes unjuk kerja Tes indentifikasiTes simulasi

Ujian petik kerja produk

Uji petik kerja produser

Uji petik kerja produser dan produk

Penugasan Tugas proyekTugas rumah
Observasi Lembar observasi
Wawancara Pedoman wawancara

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

8) Kreteria Ketuntasan Belajar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Secara nasional kreteria ketuntasan belajar ideal adalah 75%, namun dengan meningkatkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pendidikan maka ditetapkan kreteria ketuntasan minimal (KM) sebagaimana tercantum dalan table. Secara bertahap SKBM mencapai ketuntasan ideal. Penetapan KKM ditetapkan pada setiap awal tahun seperti table berikut:

Tabel 4.16 Karakteristik ketuntasan belajar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

No Mata Pelajaran 2006/2007 2007/2008 2008/2009
VII VIII IX VII SBI VII VIII IX VII SBI VIII SBI VII VIII IX
1 Pendidikan Agana 76 76 75 77 77 76 76 78 78 77 76 76
2 Pen. Kewarganegaraan 74 75 75 74 74 75 76 76 80 74 75 76
3 Bahasa dan Sastra Indo 73 75 75 74 74 75 76 78 76 75 75 75
4 Bahasa Inggris 74 71 72 75 71 65 72 78 78 72 65 73
5 Matematika 69 67 72 76 78 75 75 76 70 70 70 70
6 IPA 73 73 69 73 74 75 75 74 73 74 73 73
7 IPS 75 76 73 75 75 75 73 73 73 73 73 73
8 Kesenian 75 75 75 76 75 75 76 75 76 76 76 76
9 Pendidikan Jasmani 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75
10 Pilihan                        
  a. Ketrampilan jasa 72 72 72 72 72 72 72 73 73 72 72 72
b. Tehn. Infofm dan komunikasi 75 75 77 75 75 75 77 75 75 75 75 75
11 Muatan Lokal                        
a.Bahasa Daerah 75 75 75 73 76 75 75 75 75 75 75 75
b. Bahasa Asing               70 70      
c. Pend. LIngkungan Hidup 75 75           75 75 75 75 75

Sumber Data: Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

9) Kenaikan Kelas dan Kelulusan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

a) Kenaikan kelas SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

(1) Ketentuan Umum: (a) Menyelenggarakan KBM selama dua semester pada kelas yang bersangkutan; (b) Sebagai bahan pertimbangan adalah nilai pada semester genap.

(2) Pertimbangan Akademik: (a) Nilai rata-rata semua mata pelajaran minimal 7,00; (b) Tidak terdapat 3 nilai kurang daeri KBM; (c) Khusus mata pelajaran pendidikan agama, PPKn, atau bahasa Indonesia tidak terdapat nilai kurang dari SKBM; (d) Mata pelajaran yang diujikan secara nasional (Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia), rata-rat nilai lebih dari 7,00.

(3) Pertimbangan Non Akademik

Nilai kepribadian (Kelakuan, Kerapian, Kerajinan), minimal B (baik)

Keterangan: Penetapan nilai kepribadian mengacu pada pedoman norma penilaian yang berlaku di sekolah.


b) Kelulusan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

(1) Aspek Akademik: (a) Memiliki nilai rapot lengkap mulai semester ganjil kelas 7 sampai semester genap kelas 9; (b) Memiliki nilai rata-rata Ujian Nasional minium 5,25 untuk mata pelajaran yang di ujikan, dengan tidak ada nilai dibawah 4,25; (c) Memiliki Ujian Nasional minimum 4,00 pada salah satu mata pelajaran, dengan nilai pada 3 (tiga) mata pelajaran lainnya masing-masing 6,00; (d) Hasil ujian sekolah masing-masing mata pelajaran minimum 7,00; (e) Memiliki memiliki rata-rata nilai ujian minimal 7,00; (f) memperoleh minimal nilai baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarga negaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan; (g) Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; (h) Lulus Ujian Nasional.

(2) Aspek Non Akademik: (a) Memiliki nilai kelakuan minimal B (baik); (b) Memiliki nilai kerajinan minimal B (baik); (c) Memiliki nilai kepribadian minimal B (baik). Adapun penetapan non akademik mengacu pada norma penilaian yang di gunakan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

10) Pendidikan berbasis Keunggulan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Sebagai unggulan sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang memberikan kurikulum tambahan meliputi:

a) Pendalaman Agama Islam untuk kelas VII dan VIII, meliputi: (1) Penghafalan Zuz Ama; (2) Pelatihan membaca Al Qu’an (bagi yang belum bisa); (3) Pelatihan Qiroati; (4) Pembinaan Akhlak, melaluo kegiatan keagamaan.

b) Pendalaman bahasa Inggris untuk kelas VII dan VIII, meliputi: (1) Conversation; (2) Gramer; (3) English club (4) One Day Englis.

c) Bimbingan Ujian Nasional, bagi kelas IX dalam rangka mempertahankan rat-rata nilai Ujian Nasional tertinggi tingkat kabupaten Lumajang

d) Bimbingan belajar untuk kelas VII dan VIII meliputi pwlajaran Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia (Dokumen SMP Negeri 1 Sukodo Tahun 2009).

b. Pengembangan Silabus

1) Prinsip Pengembangan silabus SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Pengembangan silabus di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang sebagai penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indicator pencapaian konppetensi untuk penilaian, mengacu penyusunan sebagai berikut: 

a) Ilmiah. Artinya, keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 

b) Relevan. Artinya, cakupan, kedalaman, tingkat kesatuan dan urutan penyajian materi dan silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, social, emosional, dan spiritual peserta didik.

c) Sistematis. Artinya komponen-komponen silabus saling behubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

d) Konsisten. Artinya, adanya hubungan yang konsisten sntara kompetensi dasar, imdikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajaran, dan system penilaian.

e) Memadai. Artinya, cakupan indicator, materi pokok, pengalaman belajar, dan system penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

f) Aktual dan Kontekstual. Artinya, cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan system penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

g) Fleksibel. Artinya, keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjaqdi di sekolah dan tututan masyarakat.

h) Menyeluruh. Artinya, komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognetif, afektif, psikomotorik).


2) Unit Waktu Silabus SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

a) Silabus mata pelajaran disususn berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Sukodono Luamjang. Penyususnan silabus dilaksanakan bersama-sama oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran yang sama, dengan tetap memperhatikan karakteristik sekolah dan lingkunga sekolah.

b) Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktun yang tersedia pada struktur kurikulum. 

3) Tim Pengmbang Silabus SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Tim pengembang silabus pada SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, adalah suatu tim yang diketuai oleh kepala sekolah, bersama-sama guru yang mengajarkan mata pelajaran yang sama dan komite sekolah sebagai pengamat.

Susunan Tim Pengembang Silabus:

Ketua             : Kepala Sekolah

Pengamat       : Komite Sekolah

Anggota         :


Tabel 4.17 Tim pengembang silabus SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009

Mata Pelajaran Jumlah Penyusunan
1. Pendidikan Agama 2 orang
2. Pendidikan Kewarganegaraan 4 orang
3. Bahasa Indonesia 6 orang
4. Bahasa Inggris 3 orang
5. Matematika 7 orang
6. Ilmu Pengetahuan Alam 6 orang
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 7 orang
8. Seni Budaya 2 orang
9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 3 orang
10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi 6 orang
Jumlah 47 orang

4) Langkah-langkah Pengembangan Silabus SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Dalam mengembangkan silabus di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, menggunakan langkah sebagai berikut:

a) Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran sebagaimana tercanyum pada Standat Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut: (1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkak kesulitan materi; (2) keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; (3) keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.

b) Mengidentifikasi Materi Pokok SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Mengidentifikasi Materi Pokok yang menunjang pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan mempertimbangkan: (1) Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, social, dan spiritual peserta didik; (2) Kebermanfaatan bagi peserta didik; (3) Struktur keilmuan; (4) Kedalaman dan keluludan materi; (5) Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; (6) Alokasi waktu.

c) Mengembangkan pengalaman belajar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Pengalaman belajar merupakan kegiatan mental dan fisik yang dilakukan peserta didik dalam berientraksi dengan sumber belajar melalui pendekatan pembelajaran yang berfareasi dan mengaktifkan peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Rumusan pengalaman belajar juga mencerminkan pengolaan pengalaman belajar peserta didik

d) Merumuskan Indikator Keberhasilan Belajar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar yang menunjukkan tanda-tanda, perubahan dan/atau respon yang dilakukan atau ditamilkan peserta didik. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik sesuai pendidikan, potensi daerah dan peserta didik, dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat di on\bservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

e) Penentuan Jenis Penilaian SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Penilaian pencapaian kompewtensi dasar ppeserta didik dilakukan berdasarkan indicator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulus maupun lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian hasil karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

f) Penentuan Alokasi Waktu SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Penilaian alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Alokasi waktu yang tercantum dalam silabus merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar.

g) Menentukan Sumber Belajar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Sumber belajar adalah rujukan, objek atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, nara sumber serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada stadar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan inditator

5) Pengembangan Silabus Berkelanjutan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Silabus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan setiap tahun dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar mengajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran) dan evaluasi rencana pembelajaran.(Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009)

3. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Dalam implementasi KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang terdapat faktor pendukung dan penghambat. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah:


1) Faktor Pendukung  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Faktor Pendukung Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang sebagai berikut:

a. Adanya Fasilitator yan Profesional

fasilitator yang profesionaldan itu merupakan  kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar, adapun fasilitator yang professional ini adalah guru yang professional sesuai dengan kebutuhannya, seperti: gurunya rata-rata S1 dan S2, dan aktif mengadakan kegiatan-kegiatan, yang bertujuan untuk mempercepat proses penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Hasil Wawancara dengan Bapak Syaifullah, S.Pd. selaku komite SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang pada hari selasa tanggal 29 September 2009 disampaikan bahwa SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah lembaga yang mengawali implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) karena banyaknya guru yang professional sesuai dengan kebutuhannya, seperti: gurunya rata-rata S1 dan S2, dan aktif mengadakan kegiatan-kegiatan, seperti staid banding, sminar, work shop dan lain-lain.(W/KS/PK/29.9.2009).

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendukung implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diantaranya adalah tersedianya fasilitator yang professional.

b. Adanya Dukungan Sarana Prasarana

Sarana dan prasarana dalam suatu lembaga sangat penting karena tanpa adanya sarana prasarana yang cukup maka pendidikan tidakakan berjalan dengan lancar. Dari hasilpenelitian sarana prasarana yang mendukung Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang sebagaimana terlampir.

c. Suasana lingkungan yang Indah

Suasana lingkungan halaman SMP Negeri 1 Sukodono sangat indah, pembelajaran pun sangat menyenangkan para peserta didik dalam belajar sangat enjoy akan kesejukan udara apalagi pada siang hari hempusan angin yang membantu kenikmatan belajar peserta didik.
Dalam menghadapi pemanasan global yang menyerang bumi kita sekarang SMP Negeri 1 Sukodono mempunyai program yang sangat berwawasan dan peduli lingkungan sekolah yaitu setiap tamu yang berkunjung di SMP Negeri 1 Sukodono diwajibkan menanam pohon pelindung di dalam Sekolah. Dalam mewujudkan Program Adiwiyata SMP Negeri 1 Sukodono telah menetapkan beberapa indikator yaitu : (1) Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan. (2) Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan. (3) Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipasif. (4) Pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung Sekolah. (Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang Tahun 2009).


2) Faktor Penghambat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Faktor Penghambat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah: belum adanya evaluasi yang baik dari pemerintah daerah.

Bpk Winadi S.Pd. M.Pd. menyampaikan bahwa pemberdayaan guru belum dilakukan sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah. Misalnya, Pemerintah Daerah belum melakukan evaluasi pendidikan yang baik dan benar, termasuk evaluasi guru. “Ini yang kerap terjadi, sehingga penerapan KTSP pun bisa melambat.(W/KS/PK/23.10.2009).

Dari hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa: pemberdayaan guru belum dilakukan sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah. Misalnya, Pemerintah Daerah belum melakukan evaluasi pendidikan yang baik dan benar, termasuk evaluasi guru. “Ini yang kerap terjadi, sehingga penerapan KTSP di SMP Negeri 1Sukodono Lumajang bisa melambat.


C. PEMBAHASAN TEMUAN

Setelah peneliti mengumpulkan data dari hasi penelitian yang diperoleh dari wawancara, observasi dan data dokumentasi makaselanjutnya peneliti akan melakukan analisa data untuk menjelaskan lebih lanjut hasil dari penelitian. Sesuai dengan hasil teknik maka data yang telah diperoleh akan dipaparkan oleh peneliti dan dianalisa sesuai dengan hasil yang di teliti. Adapun hasil temuan yang peniti peroleh adalah:

1. Proses Penyusunan Tahapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Adapun Unsur-unsur yang terlibat dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang terdiri dari beberapa tim, antara lain: 1) Tim penyusun & pengembang kurikulum ; kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wakil bidang kurikulum, bidang kesiswaan, dan komite sekolah; 2) Tim pelaksana ; Kepsek, para wakasek, guru-guru, guru BK, wali kelas, guru Pembina osis dan ekskul; 3) Tim Pendukung kurikulum : Para stap pegawai TU (tata laksana) Kepala Tu, Keuangan, kepegawaian, kesiswaan, operator administrasi, pegawai laboratorium dan perpustakaan, pelaksana keamanan, dan kebersihan ,dll; 4) Tim Evaluasi : secara internal sekolah ; kepala sekolah, kurikulum, litbang dan guru.

Penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah identifikasi Standar Internasional dan Setandar Kelulusan, analisis kondisi satuan pendidikan (peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan program-program), analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar (asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial budaya). Tim penyusun KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang terdiri atas guru, konselor, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota, dengan melibatkan komite sekolah, nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru dapat dalam bentuk rapat kerja dan/atau lokakarya. Tahap kegiatan penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta finalisasi, pemantapan dan penilaian. Penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang juga merupakan kegiatan program rutin tahunan yang dilaksanakan secara periodik dalam siklus tahun pelajaran, sehingga dokumen yang disusun sesuai dengan karakteristik peserta didik, situasi dan kondisi sekolah (baik internal maupun eksternal) dalam tahun pelajaran yang terkait.


2. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari diri individu, maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. Adapun Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang sebagaimana berikut:

a. Kerangka Dasar Kurikulum dan Cakupan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

 Adapun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang terdiri atas: a) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; b) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; d) kelompok mata pelajaran estetika; e) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.

b. Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Struktur kurikulum SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang meliputi substansi pembelajaran yang di tempuh dalan satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut. Kurikulum SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan muatan tambahan serta pengembangan diri.

c. Muatan Lokal SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Untuk masing-masing substansi muatan lokal di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang tersebut, standar kompetensi dan kopetensi dasarnya disusun dengan mempertimbangkan standar isi dan kondisi sekolah. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Adapun substansi muatan untuk SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang meliputi: a) Bahasa jawa, diberikan di kelas VII sampai dengan kelas IX; b) Pendidikan lingkungan hidup (PLH) diberikan di kelas VII sampai dengan IX; c) Bahasa Asing (Jepang) diberikan di kelas R-SBI..

d. Kegiatan Pengembangan Diri SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Pengembangan diri di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembanga diri di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidian yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan.


e. Pengaturan Beban Belajar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Adapun pengaturan beban belajar di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang diatur dalam sistem paket yang dilakukan setiap minggu 40 jam (kelas reguler), 42 jam (kelas R-SBI) sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum dengan alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur berkisar 0%-50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemamfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai komptensi.

f. Metode Pembelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, diutamakan menggunakan metode pendekatan CTL , namun demikian masih dimungkinkan menggunakan pendekatan Vareatif sesuai karateristik SK dan KD untuk masing-masing mata pelajaran. Dalam proses pembelajaran di kelas VII, kelas, VIII dan kelas IX untuk mata pelajaran IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, PPKn menggunakan Tim Teaching, artinya dalam satu tatap muka difasilitasi dua orang atau lebih.

g. Penilaian Pembelajaran SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang dilakukan berdasarkan indikator. Didalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting yang meliputi: Teknik penilaian, bentuk instumen. Penilaian hasil pembelajaran di SMP Negeri 1 Sukodono terdiri atas: a) Penilaian hasil belajar oleh pendidik. Artinya, Penilaian ini dilakukan secara berkesinambugan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk: ulangan Harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas; b) Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, Artinya, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan ini bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar in mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidikan untuk menentukan kelulusan peserta didik (Ujian Sekolah) dari satuan pendidikan; c) Penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Artinya, penilaian hasil belajar oleh pemerintah ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional. 

h. Kreteria Ketuntasan Belajar SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Secara nasional kreteria ketuntasan belajar ideal di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah 75%, namun dengan meningkatkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pendidikan maka ditetapkan kreteria ketuntasan minimal (KM) sebagaimana tercantum dalan table. Secara bertahap SKBM mencapai ketuntasan ideal.

i. Kenaikan Kelas dan Kelulusan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

1) Kenaikan kelas SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, meliputi ketentuan umum dan ketentuan akademik dan ketentuan non akademik, yaitu: 1) Ketentuan umum: (a) Menyelenggarakan KBM selama dua semester pada kelas yang bersangkutan; (b) Sebagai bahan pertimbangan adalah nilai pada semester genap; 2) Pertimbangan Akademik: (a) Nilai rata-rata semua mata pelajaran minimal 7,00; (b) Tidak terdapat 3 nilai kurang daeri KBM; (c) Khusus mata pelajaran pendidikan agama, PPKn, atau bahasa Indonesia tidak terdapat nilai kurang dari SKBM; (d) Mata pelajaran yang diujikan secara nasional (Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia), rata-rat nilai lebih dari 7,00; 3) Pertimbangan non akademik yaitu penilaian kepribadian (Kelakuan, Kerapian, Kerajinan), minimal B (baik)

2) Kelulusan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, meliputi: 1) Aspek Akademik: (a) Memiliki nilai rapot lengkap mulai semester ganjil kelas 7 sampai semester genap kelas 9; (b) Memiliki nilai rata-rata Ujian Nasional minium 5,25 untuk mata pelajaran yang di ujikan, dengan tidak ada nilai dibawah 4,25; (c) Memiliki Ujian Nasional minimum 4,00 pada salah satu mata pelajaran, dengan nilai pada 3 (tiga) mata pelajaran lainnya masing-masing 6,00; (d) Hasil ujian sekolah masing-masing mata pelajaran minimum 7,00; (e) Memiliki memiliki rata-rata nilai ujian minimal 7,00; (f) memperoleh minimal nilai baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarga negaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan; (g) Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; (h) Lulus Ujian Nasional; 2) Aspek Non Akademik: (a) Memiliki nilai kelakuan minimal B (baik); (b) Memiliki nilai kerajinan minimal B (baik); (c) Memiliki nilai kepribadian minimal B (baik). Adapun penetapan non akademik mengacu pada norma penilaian yang di gunakan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.

j. Pendidikan berbasis Keunggulan SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Sebagai unggulan sekolah SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang memberikan kurikulum tambahan meliputi: a) Pendalaman Agama Islam untuk kelas VII dan VIII, meliputi: (1) Penghafalan Zuz Ama; (2) Pelatihan membaca Al Qu’an (bagi yang belum bisa); (3) Pelatihan Qiroati; (4) Pembinaan Akhlak, melaluo kegiatan keagamaan; b) Pendalaman bahasa Inggris untuk kelas VII dan VIII, meliputi: (1) Conversation; (2) Gramer; (3) English club (4) One Day Englis; c) Bimbingan Ujian Nasional, bagi kelas IX dalam rangka mempertahankan rat-rata nilai Ujian Nasional tertinggi tingkat kabupaten Lumajang; d) Bimbingan belajar untuk kelas VII dan VIII meliputi pwlajaran Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. (Dokumen SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang)

k. Prinsip Pengembangan silabus SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Pengembangan silabus di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang sebagai penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, mengacu penyusunan sebagai berikut: a) Ilmiah. Artinya, keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah; b) Relevan. Artinya, cakupan, kedalaman, tingkat kesatuan dan urutan penyajian materi dan silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, social, emosional, dan spiritual peserta didik; c) Sistematis. Artinya komponen-komponen silabus saling behubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi; d) Konsisten. Artinya, adanya hubungan yang konsisten sntara kompetensi dasar, imdikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajaran, dan system penilaian; e) Memadai. Artinya, cakupan indicator, materi pokok, pengalaman belajar, dan system penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar; f) Aktual dan Kontekstual. Artinya, cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan system penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi; g) Fleksibel. Artinya, keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjaqdi di sekolah dan tututan masyarakat; h) Menyeluruh. Artinya, komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognetif, afektif, psikomotorik). 

l. Unit Waktu Silabus SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Silabus mata pelajaran disususn berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Sukodono Luamjang. Penyususnan silabus dilaksanakan bersama-sama oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran yang sama, dengan tetap memperhatikan karakteristik sekolah dan lingkunga sekolah.

Implementasi pembelajaran per semester di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang menggunakan penggalan silabus sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktun yang tersedia pada struktur kurikulum. 

m. Tim Pengmbang Silabus SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Tim pengembang silabus pada SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, adalah suatu tim yang diketuai oleh kepala sekolah, bersama-sama guru yang mengajarkan mata pelajaran yang sama dan komite sekolah sebagai pengamat.

3. Pendukung dan Penghambat dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Implementasi KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang terdapat faktor pendukung dan penghambat. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah:

a. Faktor Penghambat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Faktor pendukung  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang merupakan salah satu wujud desentralisasi pendidikan dengan harapan sekolah dan guru dapat menyusun kurikulum sesuai dengan karakteristik sekolah. Akan tetapi, mengingat berbagai hal, khususnya keterbatasan kapasitas guru, karena memang sejak awal tidak disiapkan untuk mendesain kurikulum.

SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah lembaga yang mengawali implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Faktor Pendukung Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang sebagai berikut: a) Adanya Fasilitator yan Profesional

fasilitator yang profesionaldan itu merupakan  kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar karana adanya fasilitator yang professional ini mempercepat proses penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang; b) adanya Dukungan Sarana Prasarana, artinya: sarana dan prasarana dalam suatu lembaga sangat penting karena tanpa adanya sarana prasarana yang cukup maka pendidikan tidakakan berjalan dengan lancar. Dari hasilpenelitian sarana prasarana yang mendukung Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang; c) suasana lingkungan halaman SMP Negeri 1 Sukodono sangat indah, pembelajaran pun sangat menyenangkan para peserta didik dalam belajar sangat enjoy akan kesejukan udara apalagi pada siang hari hempusan angin yang membantu kenikmatan belajar peserta didik. Dalam menghadapi pemanasan global yang menyerang bumi kita sekarang SMP Negeri 1 Sukodono mempunyai program yang sangat berwawasan dan peduli lingkungan sekolah yaitu setiap tamu yang berkunjung di SMP Negeri 1 Sukodono diwajibkan menanam pohon pelindung di dalam Sekolah. Dalam mewujudkan Program Adiwiyata SMP Negeri 1 Sukodono telah menetapkan beberapa indikator yaitu : 1) Pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan; 2) pengembangan kurikulum berbasis lingkungan; 3) pengembangan kegiatan berbasis partisipasif; 4) pengembangan dan pengelolaan sarana pendukung sekolah.

b. Faktor Penghambat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang

Faktor Penghambat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah: Belum adanya evaluasi yang baik, artinya: Pemerintah Daerah belum melakukan evaluasi pendidikan yang baik dan benar, termasuk evaluasi guru. Ini yang kerap terjadi, sehingga penerapan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang bisa melambat.


BAB V

PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Berdasarkan hasi penyajian dan analisis data tentang  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang, maka hasil penelitian ini di simpulkan bahwa:

1.  Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang identifikasi dari SI dan SKL, analisis kondisi satuan pendidikan (peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan program-program), analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar (asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial budaya). 

88

Tim penyusunan KTSP di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang dijadikan beberapa tahap, yaitu: a) Tim penyusun & pengembang kurikulum ; kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wakil bidang kurikulum, bidang kesiswaan, dan komite sekolah; b) Tim pelaksana ; Kepsek, para wakasek, guru-guru, guru BK, wali kelas, guru Pembina osis dan ekskul; c) Tim Pendukung kurikulum : Para stap pegawai TU (tata laksana) Kepala Tu, Keuangan, kepegawaian, kesiswaan, operator administrasi, pegawai laboratorium dan perpustakaan, pelaksana keamanan, dan kebersihan ,dll; d) Tim Evaluasi : secara internal sekolah ; kepala sekolah, kurikulum, litbang dan guru.

2. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang diarahkan pada: 1) Kerangka dasar kurikulum; 2) struktur kurikulum; 3) pengembangan diri, meliputi: a) kegiatan rutin; b) kegiatan spontan; c) kegiatan terprogram; d) pelayanan konseling; 4) pengaturan beban belajar, yang diatur dalam sistem paket yang dilakukan setiap minggu 40 jam (kelas reguler), 42 jam (kelas R-SBI); 5) metode pembelajaran, meliputi: metode pendekatan CTL, dan metode pendekatan vareatif sesuai karakteristik SK dan KD untuk masing-masing mata pelajaran; 6) penilaian pembelajaran; 7) kreteria ketuntasan belajar; 8) kenaikan kelas dan kelulusan, meliputi: pertimbangan akademik dan non akademik; 8)  pendidikan berbasis keunggulan; 9)  prinsip pengembangan silabus; 10) unit waktu silabus dan; 11) tim pengmbang silabus.

3. Pendukung dan penghambat dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang adalah: a). Perndukung, meliputi: Adanya fasilitator yang profesional, adanya dukungan sarana prasarana, suasana lingkungan yang indah; b) penghambatnya adalah: Pemerintah Daerah belum sepenuhnya melakukan evaluasi pendidikan yang maksimal, termasuk evaluasi guru.


B.  Saran-saran

Dari hasil penelitian yang penulis teliti, maka kami kemukakan saran-saran berdasarkan uraian dan sesuai dengan kesimpulan peneliti sebagai berikut:

  1. Terus semangat dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang lebih baik, yang sekiraya tidak hanya diarahkan kepada orientasi kebudayaan tapi juga orientasi keagamaan.
  2. Tetap mempertahankan segala yang unggul seperti kesuksesan dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), mendapatkan RSBI, dan menjadikan sekolah Adiwiata yang lebih nyaman.
  3. Harus lebih yakin, berusaha dan tawakkal kepada Allah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

DAFTAR PUSTAKA

 

Ahmad, Abu dan Uhbiyati, Nur.2004. Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Arifin, Muzayyin. 2003. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Arifin. 1991. Kapita selekta Pendidikan (Islam dan Umum). Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Zaen, Aswan. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hadi, Amiruldan Haryono. 1998. Metodologi penelitian Pendidika.  Bandung: Pustaka Seha.

Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamalik, Oemar. 2005. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

http://www.zanikan.multiply.com/journal/item/4076, Juni,2009.

http://www.nanang nurvianto.com/journal/ item/4076, juni,2009.

http://www.zanikan.multiply.com/journal/item/4076, Juni,2009,3.

Indrakusuma, Amir Daien. 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Kunandar. 2007. Guru Profesional Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses Sertifikasi. Jakarta: Raja Grafido.

Michaen, Hubermen A dan Matehew. 1992. Analisis Data Kualitatif.  Jakarta: Unifersitas Indonesia press.

Moleong, Lexi. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhajir, Moeni. 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif.  Yugyakarta: Raka Serasih.

91

Mulyasa. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslich, Mansur. 2007. Sertifikasi Guru Menuju Profesionalisme Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Muslih, Mansnur.2008. Dasar Pemahaman dan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Galia Indonesia.

Susanto.2007. Pengembangan KTSP dengan Perspektif Manajemen Visi. Matapena.

Tirtaharjo, Umar  dan Sola. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Pengurus PGRI Kota Surabaya.

Yamin, Martinis. 2008. Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP. Jakarta: Gaung Persada Press.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: